Awal cerita berkahbarang.id terbentuk itu sebenarnya seru buat di ulas. Saya aja  yang lagi ngetik artikel ini gak sabar mencurahkan step by step berkahbarang.id muncul ke permukaan alam raya dunia maya.

Awal, suasana white house cafe jadi awal tim kece ini bermula. Pendidikan yang tidak merata. Ketidakpedulian banyak orang akan nasib mereka dan alat penunjang si penuntut ilmu tak selaras dengan cita-citanya yang tinggi cukup jadi alasan buat kami untuk berbuat sesuatu. Pertemuan sekitar 3 sampai 4 jam berujung dikata sepakat. kami siap buat jadi jembatan buat kamu ke mereka, pelajar negeri yang kelak mengubah wajah dunia dan Indonesia. Kami yakin kamu pasti punya barang-barang yang mereka butuhkan. Ya seperti tas, sepatu, seragam sekolah, dan banyak lagi yang dulu jadi teman kamu menimba ilmu. Sekarang dimana kamu simpan barang-barang itu ?. Gudang ?, diatas lemari berdebu ?, atau malah sudah berlalu bersama sampah-sampah rumah ?.

Masa tumbuh, Sebenarnya saya mau tulis banyak soal behind the scene-nya berkahbarang.id. Tapi karna banyak banget ya. Jadi gak semua saya tulis. Ringkasanya aja ya. Dari hasil temu itu kami sepakat nyatuin skill masing-masing buat berkahbarang.id. Ada yang bagian desain grafis, marketing, dan programmer. Siapa saja mereka?, liat aja di website nya ya. Dari adu opini dan tukar pikiran akhirnya #ProjectBerkah1 kita luncurkan dengan bismillah. Saat itu kita dapat laporan dari Guru SM3T (Sarjana Mendidik daerah 3 T) di Kabupaten Melawi, Kecamatan Belimbing, Desa Nanga Palus. SDN 07 Nanga Palus butuh bantuan. Kondisi disana memprihatinkan.

Dikirim oleh Berkah Barang pada 31 Juli 2017

Mereka butuh 70 tas, 50 seragam SD, dan 40 pasang sepatu. Dengan cepat tim kece berkahbarang.id merancang strategi agar mereka, anak pedalaman negeri bisa merdeka. Merdeka dari keterbatasan barang penunjang pendidikan. 21 Hari kami habiskan. Alhamdulillah terkumpul tepat pada waktunya. Tepat 17 Agustus 2017 kami hadiahkan alias kirim barang-barang kamu ke mereka dan disambut baik oleh guru-guru SM3T.